Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

Pada umumnya, orang tua sering membacakan cerita anak dari buku cerita atau buku dongeng. Hal tersebut bisa membuat anak-anak ingin belajar membaca, mereka belajar membaca dengan banyak cara salah satunya adalah dengan cara mengeja. Tapi ternyata belajar membaca dengan cara mengeja membuat proses belajar menjadi lebih lambat.

Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja
Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

Maka diperlukan cara lain yang lebih efektif untuk membuat anak-anak lebih cepat membaca, karena jika anak sudah terlalu nyaman dengan cara belajar mengeja maka proses belajar membaca menjadi lebih lama. Masa-masa yang seharusnya anak sudah bisa membaca secara utuh menjadi terhambat karena anak masih belajar mengeja.

Tahapan Dan Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

1. Menghafal suku kata

Saat anak-anak sudah hafal abjad atau huruf dari A sampai Z, inilah saatnya untuk mengajari mereka suku kata seperti ba, bi, bu, ca, ci, cu. Ajak mereka untuk meniru setiap suku kata yang kita ucapkan kemudian biarkan ia menghafalnya. Setidaknya biasakan ia mengucapkan huruf vokal a,i,u,e,o.

2. Membaca suku kata yang bervariasi

Setelah anak mulai terbiasa dengan suku kata, kemudian ajaklah anak untuk memvariasikan suku kata tersebut. Jika ia kesulitan ajak anak berpikir sambil membaca beberapa suku kata tertentu, lalu ajari anak suku kata lompat-lompat atau suku kata secara acak.

3. Membaca dua suku kata terpisah

Ketika membaca suku kata lompat-lompat sudah biasa dikuasai anak, maka ia akan lebih mudah membaca kata. Kini ajarkan ia membaca dua suku kata yang terpisah, misalnya MA DU, KA MU, dan lain-lain. Tetapi jangan mengajari mereka kata yang berakhiran huruf mati terlebih dahulu. Biarkan ia lancar dan terbiasa dengan dua suku kata tanpa akhiran huruf mati agar tidak menemukan kesulitan.

4. Mengenal huruf mati dan membaca secara utuh

Setelah ketiga tahapan tadi terlewati maka kini saatnya anda memperkenalkan huruf mati padanya, dan mulai mengajarinya membaca secara utuh. Beri ia pemahaman mengenai huruf mati dan biasakan ia dengan huruf tersebut. Setelah itu ajari ia membaca kata secara utuh tanpa dipisah, beri juga ia fasilitas untuk latihan membaca yaitu buku bacaan.

Tujuan dari tahapan yang sudah dijelaskan tadi adalah untuk menanamkan konsep membaca di kepalanya sehingga ia terbiasa dengan membaca suku kata tertentu. Jika nanti konsep membaca itu sudah tertanam di otaknya maka ia akan mudah membaca kalimat secara utuh. Karena jika anda masih terbiasa dengan mengeja maka ia akan selalu mengeja ketika membaca sebuah kata.

Sedangkan bagi anak yang tidak diajari mengeja ketika sampai di tahap membaca maka untuk 2 suku kata yang penulisannya dipisah sekalipun akan dibaca secara utuh. Tanpa mengeja suku kata, anak juga anak mudah memahami kata apa yang ia baca.