Proses Pembuatan Susu Kedelai

Proses Pembuatan Susu Kedelai

Kedelai sudah lama diakui menjadi salah satu sumber protein, serat larut air serta berbagai zat gizi mikro yang berkontribusi dalam pola makan manusia. Kedelai memiliki banyak kandungan lemak rendah sebesar (18%) tetapi kedelai memiliki asam lemak tak jenuh yang juga tinggi (85%).

Banyak olahan kedelai yang nilai gizinya lumayan tinggi seperti tempe, tauco dan yang paling tinggi susu kedelai. Susu kedelai merupakan minuman dari hasil ekstraksi protein biji kedelai. Ekstrasi ini  menggunakan air panas yang bergizi sangat tinggi. Berdasarkan penelitian, protein dari kedelai bersifat hipokolesterolemik serta hipoglikemik baik pada model binatang ataupun manusia.

Susu kedelai kurang begitu banyak disukai dikalangan masyarakat di Indonesia karena susu kedelai mempunyai cita rasa yang langu. Langu ini disebabkan oleh adanya aktivitas enzim lipoksigenase. Karena itu, dengan melakukan fermentasi susu kedelai dengan menggunakan bakteri asam laktat menjadi youghurt, akan dapat meningkatkan cita rasa serta nilai gizi dari susu kedelai.

Protein dari kedelai mempunyai kandungan asam amino esensial paling tinggi dari kacang-kacangan lain serta mutunya hamper mendekati protein susu. Lemak dari kedelai sebagian besar terdiri dari asam lemak yang tidak jenuh seperti asam lioleat, asam oleat, dan asam linolenat. Kedelai adalah sumber isoflavon. Isoflavon adalah subkelas dari flavonoid, yaitu kelompok besar antioksidan polifenol. Jenis dari isoflavon ditemukan dalam kedelai merupakan jenis genistein dan daidzein.

Manfaat susu kedelai sangat banyak, diantaranya yaitu : Susu kedelai memiliki peran penting sekali bagi kesehatan dan kecantikan seperti sebagai anti aging, meningkatkan kolagen, membasmi kulit kusam dan berminyak, Menghilangkan noda hitam, dll.

Proses  pembuatan dari susu kedelai yaitu : Kedelai yang telah disortasi ditimbang sebanyak 625 g, Setelah itu direndam dengan menggunakan larutan natrium bikarbonat 0,5% selama 8 jam. Proses perendaman ini dilakukan pada suhu ruangan dengan menggunakan perbandingan larutan dan kedelai sebesar 3 : 1. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan perendaman air panas selama 15 menit dan kemudian kedelai ditiriskan. Setelah itu, menyiapkan Air bersih sebanyak 8 kali dari berat kedelai kering dan kemudian dipanaskan sampai suhu  sekitar ±90 C. Suhu dari air ini lalu dipertahankan selama pemanasan berlangsung. Biji dari kedelai lalu dihaluskan dengan menggunakan blender sambil ditambahkan dengan air panas sedikit-sedikit. Jika air panas yang telah disediakan tidak habis dalam menggiling kedelai, Maka sisa air tadi dicampurkan dengan bubur kedelai. Setelah itu campuran tadi  diaduk-aduk selama 3 menit. Selanjutnya Bubur kedelai disaring dengan menggunakan kain saring lalu diperas. Filtrat yang sudah diperoleh lalu ditampung ke dalam panci. Nah fhasil filtrate ini merupakan hasil jadi Susu kedelai dan sudah dapat dikonsumsi.