Tanaman Hias Coleus (Penjelasan Singkat)

Coleus memiliki nama lain yang unik seperti jelatan api atau jelatan berwarna. Coleus tidak hanya digandrungi tidak hanya karena bunganya yang cantik, namun juga banyak diincar karena daunnya yang unik dan hadir dalam berbagai warna. Beberapa warna daun coleus seperti ungu, merah marun, hitam, hingga perpaduan dua warna menjadi ciri khas tanaman hias satu ini. Eits, keindahan daun coleus bukan semata-mata untuk penghias saja, melainkan juga identifikasi dari jenis Coleus. Berikut ulasan singkat yang disadur dari website pertanian, TaniMuda.

Jenis Tanaman Hias Coleus berdasarkan kebutuhan sinar mataharinya :

  1. Coleus yang toleran terhadap matahari

Coleus dengan jenis ini tergolong tahan dijemur berlama-lama di bawah sinar matahari. Bagi para awam, coleus yang tahan terhadap sinar matahari cenderung berdaun gelap. Di antaranya adalah jenis Wizard, jenis Marquee, dan jenis Versa.

  1. Coleus yang butuh tempat teduh

Coleus yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari memiliki daun berwarna lebih cerah dan menarik. Hadir dengan varietas lebih banyak di antaranya : jenis coloblaze, jenis kong, jenis superfine rainbow, jenis main street, dan jenis fairway.

Untuk menumbuhkan tanaman coleus, hanya memerlukan cara sederhana untuk langkah awal. Cukup taburkan saja biji coleus kepada pot yang menampung. Jangan kubur biji sebab coleus membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Bila ingin menyiram, berhati-hatilah jangan sampai biji coleus terbenam dalam air, karena akan menyebabkan pembusukan. Berikan air secukupnya saja dan Anda juga bisa mengandalkan pupuk cair untuk menjaga kesuburan biji coleus.

Selain mengandalkan biji coleus, Anda juga bisa mengembangbiakan tanaman satu ini menggunakan cara stek :

  1. Anda hanya perlu memilih dahan tanpa daun atau tunas. Potonglah di dahan tersebut hingga sepanjang 10-15 cm (bila tanaman coleus masih kecil potongan sekitar 7 cm pun cukup) dan berikan hormon pertumbuhan.
  2. Masukan dalam gelas air hingga akar tampak tumbuh di ujung. Jangan lupa untuk selalu mengganti air setiap harinya.
  3. Setelah akar tumbuh, Anda bisa memindahkan coleus ke media tanam yang lembab untuk melanjutkan pertumbuhannya.
  4. Bila sudah dipindahkan , tutuplah tanaman colous yang masih kecil menggunakan kantung plastik selama kurang lebih 1-4 minggu. Jika telah lewat dari waktu yang ditentukan, silahkan buka kantung plastik dan coleus siap dirawat seperti pada umumnya

 

Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Memelihara Tanaman Hias Coleus

  1. Pemilihan pot

Anda bisa memilih pot menggantung atau pot lantai seperti pada umumnya. Namun, menggunakan pot menggantung akan tampak lebih indah karena tanaman hias coleus akan tumbuh merambat dan menjalar. Selain itu, pot gantung cenderung memiliki drainase lebih baik daripada pot lantai sehingga bisa menunjang pertumbuhan coleus. Pastikan Anda memerhatikan kelembapan coleus terlebih bagi coleus yang ditanam di pot gantung.

Namun bila Anda lebih menyukai pot lantai tidak apa-apa, asalkan Anda rutin memeriksa drainase pot tersebut. Sebab, pertumbuhan tanaman coleus sangat dipengaruhi oleh tingkat kelembapan.

  1. Kerapihan daun-daun Coleus

Sediakan waktu setiap minggu untuk menggunting bagian tanaman coleus yang sekiranya mengganggu pertumbuhan tanaman. Guntinglah bagian cabang yang berantakan, atau daun-daun yang sudah berlubang. Gunting juga bunga-bunga kecil agar pertumbuhan tanaman coleus dapat terfokus di bagian daun dan batangnya.

  1. Kecantikan daun tanaman coleus

Bagi Anda yang ingin daun tanaman coleus tampak lebih ceria dan menarik, biasakan untuk menjemurnya dengan sinar matahari cukup setiap pagi. Namun, bila sudah sore, sebaiknya letakkan tanaman coleus di tempat yang teduh. Anda juga bisa menyiramkan tanaman coleus dengan air susu atau air beras agar daun tanaman coleus tampak lebih mengkilap dan sedap dipandang mata.