Tips Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

Membaca merupakan jendela dunia. Namun hingga kini masih banyak sekali anak yang kesulitan membaca. Beberapa orang tua belum mengetahui cara mengajari anak membaca tanpa mengeja. Sebab mengeja nyatanya tak cukup efektif untuk membuat anak mahir membaca. Sebab tak semua anak mengerti atau membedakan huruf alpabet.

Gambar Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja
Gambar Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja

Sebenarnya Anda dapat menstimulasi kemampuan membaca anak Anda dengan memberikan contoh cerpen singkat yang mudah dipahami anak. Cerita pendek yang dibaca siswa dapat menjadi suatu kebiasaan yang fengan sendirinya menambah kemampuan membaca tanpa mengeja.

Ada tips menarik mengenai cara mengajari anak membaca tanpa mengeja. Cara belajar membaca jebis ini relah diadaptasi di berbagai lembaga non-formal dan terbukti efektif. Sebab selain betul-betul memahami cara baca huruf mereka juga disajikan contoh kata dari suatu abjad tertebti. Wah, seperti apa ya cara membaca tanpa mengeja ini?

Metode Membaca dengan Titian Ingatan

Pernah dengar metode yang satu ini? Nah, metode ini terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak tanpa banyak mengeja. Metode ini disebut metode titian ingatan. Yang mana metode ini memberikan titian ingatan pada cara membaca atau menstimulus ingatan anak.

Namun sebelum mengetahui lebih banyak mengenai teknik ini, alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai abjad dalam metode ini. Intinya tiap huruf konsonan berdiri dengan salah satu huruf vokal (a,i,u,e,o).

Misalnya huruf vocal (a,i,u,e,o) mereka berdiri sendiri tanpa ada titian ingata. Lain halnya dengan huruf ‘ba’ (b) Titian ingatan untuk abjad ini ialah ‘badut’. Mengapa badut? Sebab badut memiliki perut yang identik dengan huruf ‘b’ kecil.

Ada lagi ‘ca’ atau huruf ‘c’. Titian ingatan untuk yang satu ini ialah cacing. Huruf ‘da’, Titian ingatannya ┬áialah da da (melambaikan tangan kanan) sebagai tanda bahwa perut dari huruf terletak di depan, dan seterusnya hingga huruf z atau ‘za’.

Perlu Anda ketahui bahwa metode baca jenis ini memiliki level berbeda-beda. Tiap level memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Misalnya pada level 1, anak masih dikenalkan huruf vocal a yang disandingkan dengan huruf konsonan. Sedangkan pada level 2, anak mulai dekenalkan dengan huruf vocal i. Di level 3 tak hanya dikenalkan dengan huruf vocal saja tetapi juga contoh kata.

Begitu seterusnya hingga di level 7 nanti, anak telah disajikan rangkaian kata yang membentuk suatu kalimat. Nantinya anak diminta membaca dengan mengingat titian tiap huruf. Sehingga jika dalam kondisi anak lupa dengan suatu huruf, Anda dapat ingatkan titiannya, bukan hurufnya. Sebab ketika Anda mengingatkan hurufnya satu per satu, secara tak langsung anak cenderung banyak mengeja.

Tiap selesai membaca, biasakan anak untuk menulis kata yang Anda sebutkan. Jika anak sudah paham maka mereka akan terlihat tanggap. Terkadang ada pula anak yang lancar membaca dan namun kesulitan menulis ataupun sebaliknya. Jika pada anak yang telah mampu membaca dan menulis, kegiatan menulis ini dapat mempertajam ingatan anak.